Tuesday, November 14, 2006

Sumanto


Ini sekarang gw lagi mengkhayal tentang sekelumit perjalanan karier Sumanto, si jagal-kanibal yang baru dibebaskan dari penjara itu. Begini isinya. Seperti kita ketahui, perilaku melanggar hukum yang dia lakukan --membunuh lalu menyantap daging korbannya-- sungguh fenomenal. Dan oleh sebagian masyarakat kita yang haus hiburan, hal itu dipandang sebagai "keunikan yang menghibur".

Maka, sekeluar beliau dari penjara, media massa pada berebut interviu. Bahkan ada production house yang nawarin dia jadi bintang iklan produk pembalut. Ada juga yang nawarin dia main film (dan di sebuah acara infotainment, para selebritis belonon pada sibuk melontarkan pendapat mereka yang jauh di bawah rata-rata cerdas tentang kemungkinan ini.) Lalu terakhir, sebuah stasiun televisi swasta mengontraknya buat jadi presenter acara gosip!

Kemarahan masyarakat pun meledak: "Kok bisa sih?? Seorang public enemy gampang banget berubah jadi public figure!" Lalu, seperti yang biasa kalian lihat, berbagai kelompok masyarakat menghimpun diri buat berdemo. Hampir tiap hari terlihat kerumunan massa yang marah, membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan: "Selamatkan moral bangsa", "Sumanto Go to Hell!", "Dasar jagal amatiran", "Pembunuh asal2an!", "Nggak Berperikemanusiaan!", "Syalan lo!", dan sebagainya.

Bahkan, teror ancaman dan bom beneran meledak di mana-mana. Dan tentu saja, ancaman terhadap keselamatan fisik Sumanto. Maka, stasiun televisi swasta yang merekrutnya jadi host pun menyediakan pengamanan ekstra-ketat. Mereka merasa perlu membangun sebuah helipad di pelataran belakang studio, buat pendaratan helikopter yang bakal mengantar-jemput Sumanto; dan mereka merekrut sniper dari polsek setempat yang ditempatkan di sekitar kompleks studio. Tapi tetep aja, lokasi yang terletak di pinggiran kota itu jadi pusat kegiatan demo-mendemo. Ada juga di antara pendemo itu yang melingkarkan pita kuning mirip police-line di pintu gerbang studio, bertuliskan: "Mas Manto dilarang masuk!"

Meanwhile, nun jauh di sana, di gedung pusat televisi yang punya gawe itu, keadaan tenang-tenang aja. Sama sekali nggak terjadi keributan. Sama sekali aman dari demo-demo yang rusuh....

Ada yang salah? Yah.. secara gw kan yang mengkhayal, jadi suka-suka gw lah, hihi..

11 comments:

venus said...

gw rasa yang sakit bukan sumanto. yg sakit aparat hukum kita. bukannya direhab malah dibebasin. now he walks free, siap memangsa kalian smua, kikikik...

goblok!!!

Yati said...

ooo...jadi ini yg lo maksud?

iya, siapa yang aneh? kok yang didemo sumantonya? yang di demo kok bush? lha yang ngundang sumanto stasiun tipinya...yang ngundang bush ya presidennya? hahahaha...bener kata lo, pengecut dan aneh!

Nenni said...

Hebat yah um buyung....cuman dari tulisan bisa pada emosi...ckckckkck...jadi mupeng pgn jape methe...tar malem yak...kudu! :">

ogut said...

hehehe ... lama ngga buka internet, pas pertama buka blog elo, gue langsung ngakak² di kantor, dul. Untung temen kerja gue kagak langsung nelpon 118 :))

tyka82 said...

Sumanto...

mengerikan!

bunglon_imut said...

sumanto? itu keknya temen satu shift gue di rcti deh

duh jadi kangen kerja di rcti

OrangGila said...

sum-anto
itu mah temen gw minum teh botol =))

ga ada die lagi ga ada yg bayarin lagi deh :(( :((

miss him... muach muach =)) =))

bunglon_imut said...

orgil bikin komen ga kreatif :(

NiLA Obsidian said...

waduh....

kejadian sebenrnya kan sumanto jd rebutan 2 TV swasta.

SCTV, menculik sumanto dari TV7

rhani said...

sumanto? su cute..! (ini juga komen asal2an.. :D)

Nice blog, creative posts ;)

SC4RLET LETTER said...

Oooooooowhhhhh,

Kowe itu mo crita si Bush tohhhhh, pake topeng sumanto ahahahahhahaha.

Saking frustasinya ampe ngasih tau kalo ini tuh lagi bahas si embush....ladalahhhhhhhh